Sabtu, 25 April 2020

Gunung Pesagi


Minggu,28 april 2019 kami anggota muda dan anggota tetap  KPA SUMMIT ADVENTURE akan berangkat ke Gunung Pesagi, Desa Pekon Hujung,Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat untuk mengadakan pengembaraan  anggota muda untuk menjadi anggota tetap. Yang di ikuti oleh tiga anggota tetap yaitu , Bang Riko “Sruduk”, Bang Arif "Kehas”, Bang Rizki ”Beser”, dan tiga anggota muda yaitu, saya M.Rizki ”Boker”, Herpian ”Conges”, dan Yuni “Pehy”.
            Berhubungan hari itu berbenturan dengan jadwal kegiatan saya,yaitu kegiatan anak asuh Bazma  yang di laksanakan di Masjid Darussalam, kegiatan ini biasa di lakukan dua kali sebulan, jadi saya memutuskan untuk izin ke rumah Kak Febri yang merupakan salah satu mentor di kegiatan anak asuh Bazma, saya ke rumah Kak Febri di dampingi oleh Bang Ryan “Zaffran”. Sedangkan teman – teman yang lain telah pergi duluan ke baturaja,yang sebelumnya di dampingi oleh Bang Ryan "Zaffran  dan Anton.
            Minggu pagi pukul 07:13 saya di jemput oleh Bang Ryan "Zaffran" di rumah saya untuk mendampingi saya izin ke rumah Kak Febri.Ketika Bang Ryan "Zaffran" sampai di rumah saya,saya meminta Bang Ryan "Zaffran" untuk menunggu saya makan sebentar,karna saya belum sarapan.Selesai saya makan ,Bang Ryan "Zaffran" dan saya pun izin kepada orang tua saya untuk pamid pergi,karna selesai izin dari rumah Kak Febri saya langsung pergi ke baturaja untuk menyusul Herpian "Conges", Yuni "Pehy", Bang Riko “Sruduk”, Bang Arif "Kehas”, dan Bang Rizki "Beser". Selesai pamid kami langsung menuju ke rumah Kak Febri, yang berada di Dusun Prabumuih, menggunakan motor. Sesampai di sana kami menunggu sebentar karna Kak Febri sedang pergi keluar, sekitar lima meminta kami menunggu akhirnya Kak Febri, setelah dia turun dari motor kami langsung menyalaminya, kemudian kami di pintanya untuk masuk ke dalam rumahnya. Kami pun duduk dan meminta izin untuk tidak bisa hadir pada kegiatan anak asuh hari ini. Kami pun menjelaskan karena ada kegiatan di lampung, dan kak Febri pun mengizinkannya, setelah mendapat izin kami langsung pamit untuk pergi. Setelah dari rumah kak febri kami pergi Indomaret di Sukaraja untuk menunggu Travel menuju Baturaja.
            Pukul 07:46 saya baru mendapat mobil travel menuju Baturaja. Selama diperjalanan menuju Baturaja saya Cuma mendengarkan music mendengarkan Handset. Pukul 10:24 saya tiba di Baturaja dan mengabari Yuni "Pehy" bahwa saya telah sampai, dan Yuni pun menelpon saya memberi tahu posisi dia, saya pun bertemu dengan mereka kami langsung membawa barang ke Terminal Bus Gading Mas, kami pun menanyakan Harga Ongkos kepada sopir Bus untuk menuju ke Simpang Bukit Kemuning Lampung. Ternyata ongkosnya cukup mahal harga per Orang Rp.50.000,- kami pun berdiskusi untuk menyepakati harga, tidak lama kemudian ada salah satu anak bernama Bayu mendekati kami, Bayu merupakan warga Baturaja yang baru turun dari Gunung Dempo. Dia pun memberi saran kepada kami, agar kami menumpang pada mobil Truk yang bertujuan ke Lampung. Kami pun mengarah ke jalan yang lebih ramai, Bayu pun mendampingi kami untuk mencari tumpangan mobil Truk. Sembari menunggu mencari tumpangan kami bercerita dengan Bayu dan meminta nomor Whatshaap nya.          
            Pukul 11:15 kami mendapat Tumpangan mobil Truk yang ternyata tujuan nya ke Martapura. Kami pun langsung bergegas membawa perlengkapan ke Bak mobil Truk dan Pamit dengan Bayu untuk melanjutkan perjalanan dan tidak lupa mengucapkan terima kasih. Yuni "Pehy" dan Bang Riko "Sruduk" duduk didepan bersama sopir, sedangan saya , Herpian "Conges", Bang Arif "Kehas", dan Bang Rizky "Beser" duduk di bak belakang. Selama diperjalanan kami tidur. Pukul 12:10 kami dibangunkan oleh bang Riko "Sruduk"  dan Yuni "Pehy" , karena Mobil telah sampai di Martapura. Kami berhenti di depan Rumah Makan yang sedang tutup. Kami pun beristirahat sejenak di depan Rumah Makan tersebut. Dan pukul 12:25 kami makan siang, kami memakan nasi dan ayam goreng yang telah dibawa dari rumah. Sesudah makan kami melanjutkan perjalanan dengan mencari tumpangan kembali untuk menuju Lampung. Sesekali kami menyetopi Bis menanyakan tujuannya, dan rata-rata bis yang kami setopi tidak ada tujuan ke simpang bukit Kemuning.
             Kami didekati oleh seseorang yang menawarkan untuk menaiki Bus, kami pun menanyakan harga dan ternyata harganya lebih murah yaitu Rp. 25.000,- per orang. Dan kamipun menyutujui nya. Pukul 14:17 kami menuju ke loket yang tidak jauh dari makan tempat kami beristirahat tadi. Lamanya kami menunggu membuat saya mengantuk dan saya pun tertidur cukup lama. Saya terbangun pukul 15:45 saya pun menanyakan kepada bang Rizki "Beser" mengapa belum ada Bis yang Kami tunggu. Ternyata kami mendapati orang yang menawarkan Bus tadi sedang berusaha mencari tumpangan juga. Setelah mengetahui itu kami pun memutuskan untuk mencari tumpangan Truk lagi. Kami pun bergegas membawa barang-barang kami, dan menjauh dari terminal Bus tersebut.
             Pukul 15:57 kami kembail mendapat tumpangan Mobil Truk yang bertujuan Ke Lampung. Kami pun bergegas memasukan barang ke Bak mobil truk tersebut. Posisi kami semuanya duduk di bak belakang mobil. Selama diperjalanan kami bermain handphone untuk membuka Goggle Maps dan mengecek Mobil yang kami tumpangi ini sama atau tidak tujuannya, dan ternyata sama. Dan diperjalanan kami membuat dokumentasi. Pukul 17:58 kami tiba di simpang Bukit Kemuning Lampung.
            Kami langsung bergegas menurunkan barang-barang dan mengucapkan terima kasih kepada sopir truk yang telah menumpangi kami. Kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Liwa, dan kami pun Stop di Rumah Makan. Berhubung kami masih mempunyai persediaan lauk jadi Kami pun sembari beristirahat dan membeli 6 bungkus nasi yang berharga Rp. 6.000,-  per bungkus. Selasai makan kami langsung mencari kembali tumpangan mobil untuk menuju ke Liwa.
            Pukul 18:54 kami mendapat tumpangan mobil menuju Liwa, yaitu sopir nya merupakan anggota dari TNI-AD yang sedang Lewat untuk Dinas ke Liwa. Selama diperjalanan kami bercerita dengan anggota TNI-AD tersebut, sembari di perjalanan kami langsung mengabari bang Ali yang ada di Liwa bahwasannya kami sedang berada di perjalanan menuju Rumahnya. Bang Ali pun meminta kami untuk berhenti di depan Konter BK Cell Desa Batu Kebayan, Kecamatan Batu Ketulis. Karena perjalanan cukup jauh saya pun tertidur sementara Yuni terus mengabari Bang Ali untuk mengetahui posisi kami. Pukul 20:22 kami sampai di depan Konter tersebut dan bergegas menurunkan barang-barang kami        Kami pun langsung disambut oleh Bang Ali dan bersalaman dengan nya, Bang Ali pun mengaja kami untuk langsung ke rumahnya yang berada tepat di samping Konter BK Cell. Sesampai dirumah bang Ali kami langsung beristirahat dan mengeluarkan pakaian ganti dan memilih barang-barang yang mau dibawa dan ditinggalkan. Pukul 21:05 saya mandi dan mengambil Wudhu untuk Shalat Isya. Pukul 21:12 saya langsung istirahat untuk tidur. Pukul 04:54 saya terbangun dari tidur lalu bergegas mandi dan mengambil Wudhu untuk Shalat Shubuh. Pukul 05:48 saya, Yuni, dan Bang Riko membantu Ibu Bang Ali untuk Memasak sarapan. Selesai memasak kami makan bersama. Lalu setelah itu saya dan Yuni "Pehy" membereskan dan mencuci piring.
             Pukul 07:36 kami mengangkut barang-barang ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan. Sebelum kami berangkat tak lupa kami pamit kepada Orang Tua bang Ali. Pukul 09:10 kami memasuki Desa Pekon Hujung dan menanyakan kepada warga rumah pemangku Adat atau Kuncen Gunung Pesagi, setelah mendapat alamatnya kami langsung menuju rumahnya Pak Hotman yang berada di gang MTS. Setiba disana kami di ajak nya untuk masuk ke dalam rumahnya dan sambil bercerita tentang jalur-jalur pendakian Gunung Pesagi tersebut. Untuk tanda terimakasih memberi sedikit Uang untuk Kuncen tersebut dan membayar ongkos sopir mobil yang kami tumpangi sebesar Rp. 300.000,- (6 Orang).
            Pukul 08:34 kami meninggalkan rumah kuncen untuk menuju kaki gunung Pesagi, dan kami tiba di kaki gunung pada pukul 08:39. Setiba disana kami berdoa bersama untuk keselamatan kami, setelah berdoa kami pamit kepada Bang Ali dan Sopir mobil yang kami tumpangi. Kami melanjutkan perjalanan dengan mendaki untuk yang pertama Herpian "Conges" membawa 2 Carrier, saya membawa 1 Carrier, dan Yuni "Pehy" membawa 1 Carrier. Di kaki gunung pesagi kami melewati jalur yang landai dan dipenuhi kebun Kopi. Hampir setiap 5 menit sekali saya stop karena lelah dan setiap 10 menit sekali saya dan Herpian bergantian membawa 2 Carrier. Pukul 09:32 kami stop di sebuah pondok kebun kopi yang merupakan pondok terakhir yang ada sana, dan yang merupakan perbatasan antara kebun Kopi dan Hutan Rimbun.
            Pukul 09:38 kami melanjutkan perjalanan dan kami mulai memasuki kawasan Hutan. Selama diperjalanan kami bercerita, dan bersenda gurau. Kami terus melanjutkann perjalanan hingga salah satu teman kami yaitu Yuni "Pehy" mulai kelelahan, dan kami memutuskan untuk Stop untuk beristirahat dan meminum Air, karena baju Yuni sudah Basah oleh keringat dan tubuhnya semakin lelah maka Yuni "Pehy"  memutuskan untuk mengganti Bajunya. Dan memakai jaket bang Arif dan Yuni  "Pehy"  meminum obat agar kondisi tubuhnya lebih baik. Setelah kondisi Yuni "Pehy"  membaik kami kembali melanjutkan pendakian. saya membawa Carrier Yuni  "Pehy"   , jadi saya membawa 2 Carrier sedangkan Yuni"Pehy" tidak membawa Carrier. Kemudian diperjalanan tiba-tiba kaki kanan saya keram dan saya langsung terduduk menahan sakit, Herpian dan bang Arif "Kehas" mencoba untuk menenangkan dan membantu saya dengan cara memijat kaki saya hingga kondisi kaki saya membaik. Setelah membaik kami melanjutkan pendakian berjalan dengan pelan, saya masih menahan rasa sakit di kaki saya, dan tiba-tiba kedua kaki saya kembali keram. Saya langsung terduduk dan berteriak menahan sakit, bang Riko "Sruduk" berusaha menenangkan saya, dan ternyata disebelah wajah saya terdapat pohon yang berduri yang hampir mengenai muka saya, bang Riko "Sruduk" pun ikut berteriak untuk memberi tahu bahwa wajah saya hampir terkena duri, karena teriakan saya cukup keras bang Arif "Kehas" langsung mendekati saya dan teman-teman lainnya juga. Bang arif, Herpian, dan bang Riko "Sruduk"  terus memijat kaki saya sambil menahan rasa sakit. Setelah kaki saya mulai membaik kami melanjutkan pendakian, saya hanya membawa 1 Carrier sedangkan Herpian "Conges" membawa 3 Carrier dan Yuni "Pehy" tidak membawa Carrier.
             Kami terus melanjutkan pendakian hingga menemukan tanah yang cukup datar, kami memutuskan untuk stop dan memasak sembari beristirahat. Lalu kami langsung mengeluarkan bahan dan peralatan memasak . Kami memasak nasi, tempe goreng, sosis, dan mie. Sambil memasak kami memanfaatkan waktu untuk melakukan dokumentasi. Seusai kami memasak, pada pukul 12:07 kami menyantap makanan bersama sampai dengan selesai. Setelah kami makan , kami memasukan peralatan ke dalam tas, dan pada pukul 13:06 kami melanjutkan pendakian sambil mengemil permen, hampir 15 menit sekali kaki saya keram dan selalu stop untuk istirahat.
            Kami terus melanjutkan pendakian dengan melewati jalur yang masih landai hingga pukul 13:57 kami tiba di sumber air, kami pun stop dan beristirahat untuk minum air. Saya, Herpian "Conges" dan bang Riko "Sruduk" turun kebawah untuk mengisi botol yang kosong. Sesampai di sumber air kami mencuci muka , mengisi botol minum yang kosong lalu selesai mengisi botol kami naik ke atas sembari membawa botol yang berisi air dan tiba-tiba kaki saya kembali keram dan saya duduk menahan sakit sementara Herpian "Conges" berusaha untuk membantu saya sambil memijat-mijat kaki saya sedangkan bang Riko  "Sruduk" meninggalkan kami, saya meminta Herpian "Conges" untuk melepas sepatu saya terus memijat kaki saya, Herpian "Conges" pun meminta untuk melepas celana saya karena begitu ketat dan sirkulasi udara tidak lancar. Jadi saya melanjutkan pendakian dengan menggunakan celanan pendek. Setelah kondisi kaki saya membaik, saya dan Herpian kembali berjalan ke atas, ketika sampai tiba di atas saya di pinjami engkel oleh bang Rizki "Beser" untuk menahan rasa sakit kaki saya.
            Kami pun melanjutkan pendakian, ternyata setelah sumber air jalur mulai terjal dan adapun yang landai. Untuk menghilangkan rasa lelah kami mencoba untuk menghibur diri kami sendiri dengan cara bersenda gurau. Setiap 5 menit sekali saya selalu stop karena kondisi kaki saya yang masih keram, saya dan Herpian "Conges" terus berganti-gantian membawa Carrier. Selama dipendakian saya yang paling sering stop, karena melihat kondisi saya semakin lelah, Yuni "Pehy" dan Herpian "Conges" memutuskan untuk membawa Carrier secara bersama dengan menggunakan kayu dan Carrier pun di ikat di kayu, sedangkan saya membawa satu carrier. Kami terus mendaki, Yuni "Pehy" pun merasa lelah dan saya pun menggantikan Yuni "Pehy" untuk membawa Carrier bersama Herpian menggunakan Kayu, hinga diperjalanan kaki saya kembali lagi terasa keram. Setelah kaki saya membaik kami melanjutkan pendakian jalur yang terjal mulai kami lewati, saya dan herpian terus berganti-gantian membawa Carrier. Karena lelah saya dan Herpian "Conges"  membawa Carrier dengan cara seret, dan di lempar. Waktu terus berjalan tidak terasa sudah sore.
            pada pukul 17:47 panitia memutuskan untuk memecah tim yang membawa carrier berisikan tenda agar mendaki lebih dulu, yaitu bang Arif "Kehas" dan Herpian "Conges". Sedangkan saya, Yuni "Pehy" dan bang Riko "Sruduk dan Bang Rizki "Beser" terus berjalan walau berjalan dengan pelan. Hari pun mulai gelap kami mengeluarkan Head lamp dari dalam tas untuk menerangi jalur. Terus kami melanjutkan pendakian hingga kami mendengar suara Adzan, bang Riko "Seruduk" pun Mengumandangkan Adzan dan setelah kami masih terus melanjutkan pendakian dengan kondisi Yun "Pehy" yang semakin Drop, saya dan bang Riko "Sruduk" terus Membantu dan mengajak Yuni "Pehy" berbicara agar tetap terus berjalan dengan cara menarik dan mendorong nya. Yuni "Pehy" pun mulai Drop dan bang Riko "Sruduk" memutuskan untuk menggendongnya sambil berjalan kami memanggil bang Arif untuk memintanya mencari tempat mendirikan Tenda. Karena bang Riko  "Sruduk" mulai lelah , bang Arif "Kehas" menyusul kami dan menggantikan bang Riko  "Sruduk" untuk menggendong Yuni "Pehy" berjalan dengan pelan, dan saya berusaha membantu bang Arif "Kehas" untuk mendorong Yuni "Pehy" yang sedang di gendong bang Arif "Kehas"  Hingga kami bertemu tanah yang cukup datar dan Herpian "Conges" bersama bang Rizki "Beser" telah mengeluarkan peralatan dan tenda, lalu saya dan bang Riko "Sruduk" mendirikan tenda sedangkan Bang Arif "Kehas" ,Herpian "Conges" dan Bang Rizki "Beser" berusaha menenangkan Yun "Pehy".
             Setelah tenda berdiri,Yuni "Pehy" pun di pindahkan ke dalam tenda lalu tubuhnya di  masukan ke dalam Sleeping Bag. Yuni "Pehy" terus merintih menahan dingin. Saya, bang Rizki "Beser" dan bang Riko "Sruduk" mempersiapkan peralatan untuk memasak, untuk memasak air hangat dan mie untuk Yuni "Pehy". Sembari menunggu masaknya air hangat dan mie saya dan bang Rizki "Beser" mendirikan Tenda satu lagi, sedangkan bang Arif "Kehas" dan Herpian "Conges" terus memberi pertolongan pada Yuni "Pehy". Setelah mie dan Air hangat masak Yuni "Pehy" pun tidak mau makan, jadi kami terus berusaha untuk membujuk yuni agar mau makan. Setelah tenda berdiri barang-barang yang ada di luar dimasukan kedalam tenda. Bang Rizki "Beser", Herpian "Conges" dan bang Arif "Kehas" berada di dalam satu tenda bersma Yuni "Pehy", Sedangkan sayan dan bang Riko "Sruduk" berada di dalam satu tenda yang sama.
             Pada pukul 18:32 saya dan bang Riko "Sruduk" memasak Mie, nasi,,sayur, dan kopi untuk kami makan. Seusai memasak, saya keluar tenda untuk mengantarkan makanan  yang kami masak ke tenda Yuni "Pehy" lalu saya kembali ke tenda dan makan bersama bang Riko "Sruduk". Setelah makan melihat kondisi Yuni "Pehy" yang masih belum tenang saya memutuskan keluar tenda untuk mendekati tenda Yuni"Pehy", saya dari luar tenda membacakan ayat-ayat Al-qur’an dan ternyata yuni belum juga bisa tenang. Sekitar 6 menit saya berada diluar tenda Yuni "Pehy" saya memutuskan kembali ke tenda untuk beristirahat bersama bang Riko "Sruduk" dan terus mendoakan agar kondisi Yuni "Pehy"  agar segera membaik. Saya Cuma bisa mendengar Herpian "Conges", bang Arif "Kehas" dan bang Rizki "Beser" yang terus menenangkan Yuni "Pehy"  yang kedinginan dan memijat kaki nya yang keram, setelah lama menenangkan akhirnya Yuni "Pehy" mulai membaik. Pukul 20:07 saya beristirahat dan tidur,pukul 05:56 saya bangun dan melihat bang Riko "Sruduk" sedang memasak,lalu saya pun membantu bang riko masak.Sesudah masak saya keluar tenda untuk menghantarkan makanan ke tenda sebelah,setelah menghantarkan makanan say kembali ke tenda dan makan bersama bag Riko "Sruduk".
            Selesai makan saya memberesakan barang – barang yang ada di dalam tenda,ketika saya sedang memebereskan barang ada dua orang yang mau turun,kami pun menyapa dan menyalaminya,dan kami bercerita dengannya mengenai kejadian semalam kenapa kami tidak melanjutkan perjalanan.Kemudian kedua orang itu meninggalkan kami dan melanjutkan perjaanannya.Lalu saya mengeluarkan barang – barang di dalam tenda.Tak lama kemudian ada lagi empat orang pendaki yang mau turun,kami pun menyapa dan meyalaminya.Kemudian saya dan "Pehy" membongkar dan melipat tenda.Lalu kami memasukan barang – barang kami ke carrier masing – masing.
            Pukul 08:15 kami melanjutkan pendakian ke puncak.Untuk kali ini saya membawa satu carrier,Yuni "Pehy" satu,dan Herpian "Conges" dua carrier.Pukul 08:28 saya sampai di puncak gunung Pesagi lalu saya istirahat dan minum.Kemudian bang Riko "Sruduk" meminta saya dan Herpian "Conges" untuk mengisi botol minum yang kosong.Saya dan Herpian "Conges" pun turun ke sumber air dan membawa botol yang kosong.Jalur menuju sumber air cukup terjal dan licin.Ketika Herpian "Conges"  telah sampai di sumber air ia meminta saya untuk melempar botol air yang saya pegang,hanya Herpian "Conges"  yang turun dampai ke bawah.Selesai mengisi air kami kembali naik ke puncak.Ketika sampai di puncak saya duduk sejenak lalu pada pukul 08:48 kami melaksanakan apel untuk melantik Anggota Muda menjadi Anggota Tetap.Bang Arif "Kehas" sebagai pemimpin apel,bang Riko "Sruduk" sebagai Pembina,dan bang Rizki "Beser" dokumentasi dan memegang baju PDL. Ketika apel Pembina pun mengumumkan nama rimba/nama lapangan kami dengan menahan tawa kami mendengar nama rimba/nama lapangan yang kami dapat yaitu saya “Boker”, Yuni “Pehy” , dan Herpian “Conges”.
\           Selesai apel kami berfoto bersama dan pukul 09:48 kami melanjutkan perjalanan untuk turun dan pulang. Untuk yang kali ini masih Herpian "Conges"  yang membawa dua carrier, saya satu, dan Yuni satu.Bang Arif "Kehas", bang Rizki "Beser", dan Herpian "Conges"  berjalan lebih dulu dari kami, karna kaki saya masih sedikit sakit jadi saya berjalan dengan pelan. Kami terus melanjutkan perjalanan hingga kami bertemu dengan rombongan bang Arif "Kehas" yang sedang menunggu kami, kami pun istirahat dan minum air.ketika sudah tidak  terlalu lelah kami melanjutkan perjalanan lalu saya dan Herpian "Conges" bergantian membawa carrier.Terus berjalan walau pelan karna kaki saya masih sedikit sakit,karna masih sakit saya sering stop. Karna lelah saya membawa carrier dengan cara di lempar dan di gendong. Terus kami melanjutkan perjalanan hingga kami bertemu rombongan bang Arif "Kehas" yang sedang istirahat , kami pun beristirahat dan mium air.Kemudian kami melanjutkan perjalan dan Herpian "Conges"  kembali membawa dua carrier, karna saya, Yuni, dan Bang Riko "Sruduk" berjalan pelan kami pun berpisah cukup jauh dengan rombongan bang Arif "Kehas".
            Terus berjalan melewati jalur yang landai dan terjal,hingga saya terpisah dengan bang Riko "Sruduk" dan Yuni "Pehy" dan saya pun bertemu dengan dua orang pendaki yang mau ke puncak,saya pun menyapanya.Krna lelah saya pun istirahat sambil menunggu Yuni "Pehy"  dan bang Riko "Sruduk" setelah bertemu kami melanjutkan perjalanan hingga kami menemukan botol air minum yang nampaknya di tinggalkan oleh rombongan bang Arif "Kehas" untuk kami minum.saya pun mengambilnya dan kami meminumnya.Kemudian kami lanjut lagi bejalan dan menemukan botol yaitu botol tupperwere punya bang Arif "Kehas", tapi botol kali ini kosong. Saya pun mengambilnya dan meminta Yuni "Pehy" untuk membawanya. Lalu kami melanjutkan perjalanan kami, hingga saya terpisah dengan Yuni "Pehy" dan bang Riko "Sruduk" cukup jauh.Dan saya pun sampai di sumber air dan betemu rombongan bang Arif "Kehas" yang sedang istirahat,saya pun duduk dan istirahat. Tak lam kemudian Yuni "Pehy" dan bang Riko "Sruduk" pun sampai di sumber air juga.
            Kami pun mengeluarkan peralatan dan bahan untuk masak, kami masak sosis bakso, nasi, kopi, dan mie.Selesai masak kami makan bersama, setelah makan kami membereskan peralatan dan memasukannya ke carrier .Kemudian kami istirahat sebentar, lalu melanjutkan perjalanan pulang.
            Kami melanjutkan perjalanan hingga kami terpisah dengan jarak yang cukup jauh, bang Arif "Kehas" dan Herpian "Conges" berada di depan kami. Saya dengan bang Rizki "Beser" sedangkan Yuni "Pehy"  dengan bang Riko "Sruduk" di belakang. Ketika di perjalanan kami bertemu dengan empat orang yang hendak ke puncak Gunung Pesagi,kami pun menyapanya dan senyum kepadanya. Terus berjalan karna cukup lelah saya pun duduk sejenak sambil menunggu Yuni "Pehy"  dan bang Riko "Sruduk". Ketika bang Riko "Sruduk" dan Yuni "Pehy"  telah menyusul kami, kami langsung melanjutkan perjalanan. Saya berjalan sedikit cepat  untuk menyusul bang Arif "Kehas dan Herpian "Conges" hingga terpisah dengan rombongan Yuni "Pehy". Akhirnya pada pukul 14:32 saya bertemu dengan bang Arif "Kehas" dan Herpian "Conges di pondok terakhir kebun kopi,mereka pun sedang beristirahat.Sesampai di sana saya langsung duduk dan meminta minum dengarn Herpian "Conges" tak lama kemudian bang Rizki "Beser", Bang Riko "Sruduk", dan Yuni "Pehy" sampai di pondok terakhir kebun kopi juga.Sembari beristirahat kami berfoto – foto.
            Waktu semakin sore,hingga kami nemutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang.Dengan jarak yang cukup jauh saya, Yuni "Pehy"  dan bang Riko "Sruduk" di tinggalkan oleh rombongan bang Arif "Kehas" terus kami berjalan melewati jalur yang landai dan melewati kebun kopi, ketika kami berjalan ada juga warga yang lewat menyapa kami dengan senyum,kami pun juga senyum kepadanya. Di perjalanan saya meminta Yuni "Pehy"  untuk merekam saya untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman saya.Kemudian sesudah membuat video Kami terus melanjutkan perjalan hingga saya terpisah tidak terlalu jauh lagi dengan bang Riko "Sruduk" dan Yun "Pehy". Karna jarak tidak terlalu jauh dan haus Yuni "Pehy"  meminta saya untuk meninggalkan air minum di jalan/jalur. Jalurnya mulai naik turun dan landai,ketika jalannya turunan saya belari dengan pelan agar mempercepat perjalanan,sementara rombongan bang Arif "Kehas" semakin jauh.Sembari menunggu Yuni "Pehy" dan bang Riko"Sruduk", saya berisirahat di gorong – gorong. Ketika Yuni "Pehy" dan bang Riko "Sruduk" telah sampai di gorong – gorong mereka pun beristirahat sebentar lalu kami melanjutkan perjalanan hingga bertemu dengan rombongan bang Arif "Kehas" di pinggir aliran sungai yang sedang beristirahat dan menunggu kami.Kemudian kami pun melanjutkan perjalanan dan masih melewari jalan yang turun naik.Terus kami berjalan hingga lagi – lagi kami ketinggalan dari rombonagan bang Arif "Kehas" sementara bang Riko "Sruduk" berjalan dengan cepat meninggalkan kami. Terus kami berjalan hingga pada pukul 15:54  kami tiba di perumahan warga.Dan kami langsung melanjutkan perjalanan menuju rumah bang Ali.Di perjalanan menuju rumah bang Ali,Bang Ryan "Zaffran" pun menelpon saya untuk menanyakan posisi,dan keadaan kami.Pukul 16:30 kami sampai di rumah bang Ali,kami langung menurunkan barang dan beristirahat.Kemudian saya membereskan pakaian yang mana yang mau di pakai dan yang mana mau di mauskan ke tas.Pada pukul 16:47 saya mandi,selesai mandi saya berbaju dan membereskan kembali pakaian – pakaian saya.Lalu ibu bang Ali membuatkan kami kopi dan bang Riko "Sruduk" membeli roti.Jadi sembari beristirahat kami mengemil roti dan minum kopi.Kami pun duduk di teras rumah bersama bang Ali sambil ngopi dan bercerita trek Gunung Pesagi dan menanyakan mobil menuju simpang bukit kemuning.Kami pun memutuskan untuk lanjut pulang karna Yuni "Pehy" telah di telpon orang tuanya,kami  mengangkut barang keluar dan sambil mencari mobil travel.Pukul 17:34 kami mendapat mobil travel menuju simpang bukit kemuning,kami bertanya dahulu biaya ongkos rnmenuju simpang bukit kemuning yang ternyata Rp.120.000,- dan kami pun setuju ,kami langsung pamid dan mengucapkan banyak terima kasih kepada bang Ali dan orang tua bang ali dan kami pun menyalaminya.Sebelum masuk mobil bang Ali mengasih kami Stiker Komunitas Motornya yaitu Bikers BYVIC Lampung Barat (Byson Vixion Community),dan kami pun mengasih bang Ali gantungan kunci KPA SUMMIT ADVENTURE PRABUMULIH.
            Kami melanjutkan perjalanan menggunakan mobil travel,di perjalanan saya memainkan Handpone sambil melihat foto – foto,hingga di pejalanan kami di tawari sopir trvel untuk membeli gorengan,kami pun membeli gorengan sebanyak Rp.15.000,-.Di perjalanan kami sambil memakan gorengan, karna terlalu lelah saya pun sempat tertidur .Pukul 18:56 kami sampai di Simpang Bukit Kemuning, kami langsung menurunkan barang dan melanjutkan perjalanan dengan cara mencari tumpangan mobil truk lagi. Akhirnya pada pukul 19:04 kami mendapat tumpangan mobil pick up tapi tujuannya hanya batas  Way Kanan. Kami pun langsung memasukan barang ke bak mobil dan kami naik ke mobil.Pukul 19:42 kami berhenti di depan Masjid Besar Kabupaten Way Kanan, dan kami lanjut mencari bus atau mobil tumpangan.
            Lama kami mencari tumpangan, sampai – sampai saya mengantuk. Pukul 20:48 kami makan malam. Selesai makan kami lanjut mencari bus dan tumpangan. Kami beristirahat didepan masjid, sembari kami beristirahat kami di tawari oleh seseorang untuk menaiki mobilnya, berhubung tujuan kami jauh, jadi dia meminta kami untu mencari tumpangan lain, apabila tidak dapat dia berniat untuk membantu kami.  Pukul 21:27 kami mendapat mobil menuju Baturaja, dengan harga Rp.200.000,- ( Enam Orang ). Selama diperjalanan saya sambil mendengarkan music hingga tertidur. Pukul 00:18 kami tiba di Kota Baturaja. Kami langsung mencari kendaraan untuk melanjutkan perjalanan sembari beristirahat. Kami ditawari tukang ojek untuk menemui temannya yang mempunyai mobil untu mengantar kami ke Kota Prabumulih, Bang Riko "Sruduk" pun ikut tukang ojek itu untuk menemui temannya yang merupakan sopir pemilik mobil, dan hasil yang bang Riko "Sruduk" ini dapat harga nya begitu mahal sehingga kami memutuskan berjalan menuju depan Indomaret, terus mencari tumpangan mobil. Pukul 00:40 kami mendapat tumpangan mobil Ambulance yang menuju kota Prabumulih, kami pun bergegas mengangkut barang kedalam mobil Ambulance, dan selama di perjalanan kami semua tertidur karena sudah kelelahan. Pukul 03:13 kami tiba di Kota Prabumulih tepatnya di depan Indomaret depan Kantor DPR Kota Prabumulih. Saya pun menyebrang jalan untuk membeli minum di warung yang pemiliknya merupakan teman saya, kami pun bersistirahat sembari meminum air. Setelah itu kami langsung melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Sekretariat bersama yang beralamat di Gang Damai. Pukul 03:45 kami sampai di Sekretariat Bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar