Kamis, 10 Oktober 2019

Gunung Dempo 3159 Mdpl



        Jum'at 2 augustus 2019 saya anggota muda dan anggota tetap KPA SUMMIT ADVENTURE PRABUMULIH, akan berangkat ke gunung dempo yang terletak di kota pagaralam sumatera selatan, untuk mengadakan penggembaraan anggota muda untuk menjadi anggota tetap yang di ikuti oleh satu anggota tetap dan satu dari anggota tetap KPA WHE yaitu, Herpian ”Conges” dan Bang Aldi Pangestu dan satu dari anggota muda yaitu saya.M.Ikhsan Ari Sandi ”Boikot”.
          Berhubungan hari itu dengan berbenturan dengan jadwal magang saya. Jum”at jam keberankatan saya dari rumah ke sekret jam 9;30 WIB keberangkatan kami dari sekret jam 12:20 WIB untuk menunggu bis di depan bank bri sampe jam 12:30 WIB Saat bis kami tiba langsung naik dan berangkat menuju ke pagaralam. Selama di perjalanan saya tertidur saat jam 2:10 WIB bis kami stop dirumah makan dan berangkat lagi saat kami tiba di basecamp ayah anton jam 6:10 WIB adzan magrib kami sudah tiba di basecamp ayah anton kami pun sholat magrib yang tak terlalu jauh dari basecamp, setelah sholat saya dan Herpian ”Conges” kerumah teman saya yang tinggal di pagaralam disana kami berkumpul bersama sama.
          Pada jam 8:20 WIB kami kembali ke basecamp ayah anton,teman-teman dari palembang telah berkumpul untuk menuju ke kampung IV. Sebelumnya kami berkumpul dengan para pendaki yang bersal dari luar kota palembang, sekitar jam 10:30 WIB kami istirahat untuk melakukan pendakian pada keesokan harinya. Sekitar jam 6:45 WIB kami pun memesan sarapan dan kopi. Setelah semuanya sarapan saat jam 7:30 WIB kami berangkat dari basecamp kampung IV.
          Kami tiba di pintu rimba pada pukul 8:30 WIB  tak lama di pintu rimba kami langsung berdoa dan berjalan menuju shelter 1, saat tiba di shelter 1 yakni jam 10:30 WIB kami pun hanya memasak air panas buat minum kopi dan memakan roti rotian. Sesudah itu kami pun berjalan lagi menuju shelter 2 dengan waktuh tempuh perjalanan selama 3 jam dan tiba pada jam 1:30.
          Saat tiba kami mengambil air untuk memasak nasi dan membuat kopi dan pada saat itu kami bertemu dengan para pendaki lain yang berasal dari Bengkulu. Selama menunggu nasi masak dan air panas kami saling bertukar cerita dan membuat semuanya sangat terrhibur, tak lama kemudian mereka pamit untuk turun. Setelah kami sudah makan dan ngopi kami pun packing alat masak, lalu kami pun berangkat ke menuju top dempo,kami pun agak sedikit lambat berjalan karna perjalanan dari  shelter 2 ke top dempo sangat menanjak sekali.
          Kebanyakan rombongan kami sangat kelelahan untuk berjalan.saat tiba di batu cadas kami pun stop sejenak untuk mengatur nafas itu sekitar jam 3:15 WIB kami di batu cadas tak lama beristirahat, kami pun lanjut menuju hutan lumut jalan di hutan lumut sangat kecil dan berjalan harus agak menunduk. Saat keluar dari hutan lumut kami langsung berjalan menuju ke kuburan perintis saat tiba disana jam 4:35 WIB disana kami hanya mengatur nafas buat lanjut menuju top dempo,kami pun berjalan menuju top dempo jalurnya sudah menanjak sekali.saat tiba di top dempo kami jam 5:15 WIB.
          kami di top dempo hanya mengatur nafas saja, kami pun langsung turun menuju pelantaran Gunung dempo saat tiba di pelantaran jam 5:15 WIB kami pun langsung membongkar carriel kami dan untuk menegakan tenda saat tenda sudah berdiri kami memasuki barang ke dalam tenda.setelah semuanya sudah berganti baju kami pun memasak untuk makan malam nanti,sekitar jam 7:30 WIB kami pun makan setelah makan kami duduk bersama dan ngopi sambil menikmati dinginya cuaca,untuk bersiap-siap untuk menaik ke puncak merapi gunung dempo.
          Saat di perjalanan menuju puncak merapi Bang Aldi Pangestu sudah kelelahan dan sudah muntah muntah dalam keadaan sakit jadi dalam perjalanan kami ke puncak merapi dia sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan, dari beberapa tim kami memberi semangat agar dia bisa sampai puncak dempo,  beberapa anggota yang lain sudah sampai puncak merapi gunung dempo, sekitar jam 8:15 WIB setelah semuanya sudah sampai puncak merapi. Kami pun langsung melantik saya dari anggota muda menjadi anggota tetap,acara pelantikan ini di pimpin oleh Herpian J”Conges”setelah pelantikan kami pun berfoto-foto
          Di puncak kami tidak terlalu lama karena kami takut meninggalkan barang di dalam tenda. Kami pun bergegas untuk turun dan saat tiba di tenda kami pun mengecek barang-barang yang kami tinggalkan tadi, semuanya aman dan tidak ada kehilangan. Setelah itu kami memasak buat mengisi tenaga biar turun tidak terasa lelah dan lapar sesudah memasak kami pun makan dan langsung packing barang dan di masukan ke dalam carriel kami,saat semua nya sudah masuk carriel kami pun berjalan menuju top dempo untuk turun menuju pintu rimba.
          Saat tiba di top dempo jam 10:35 kami pun berfoto-foto kami di top dempo tidak terlalau lama sekitar ampir jam 11:00 tepat,kami sudah turun menuju shelter 2 di saat menuju shelter 2 kami tidak stop-stop, karna kami mengejar waktu biar tiba di pintu rimba sore hari. Saat tiba di shelter 2 jam 1:45 kami memasak nasi sama cornet yang di bawah temen dari palembang. Saat semuanya sudah makan kami pun bersiap siap untuk turun menuju shelter 1 selama perjalanan kami juga tidak stop-stop,saat tiba di shelter 1 jam 3:15 disana juga ada pendaki lain juga mau turun kami pun mengobrol sebentar di sana dan kami pun turun bersama sama menuju pintu rimba.
          Saat tiba di pintu rimba kami pun stop sebentar untuk rehat sejenak, setelah itu kami langsung turun menuju basecamp kampung IV. Saat tiba di basecamp kampung IV jam 4:35 disana juga ada pendaki lain yang sudah turun deluan dari kami,dan ada juga pendaki lain mau naik ke gunung dempo.saat di basecamp kami memesen minuman hangat sambil menunggu mobil truk yang mau jemput kami ke kampung IV, dan mengantar kami ke basecamp Ayah Anton.truk tiba jam 5:30 kami pun langsung manaikan barang ke dalam mobil truk,dan turun menuju basecamp Ayah Anton
          Ketika tiba di basecamp jam 7:30 disana ada Bang Wahyu ”Pluto” dengan temannya yang dari Prabumulih-Lahat-Indralaya dia pun menawarkan kami untuk pulang bersama malam dini hari. Bis menjemput kami jam 8:45 keberangkatan bis dari loket ke Prabumulih jam 10:00 malam.
          selama perjalanan pulang saya dan rekan rekan saya tertidur di bis karna sudah sangat kelelahan sekali,saat tiba di prabumulih jam 1:45 kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke sekretariat bersama SUMMIT ADVENTURE PRABUMULIH, dengan berjalan kaki saat tiba kami pun sudah di tunggu di sekret oleh Bang Rizki Adi Putra”Beser” dan Bang Riko Ardiansyah”Sruduk” kami sampai jam 2:15 sampai sekretariat bersama.

Rintis Jalur Pendakian Gunung Patah 2852 Mdpl Via Semendo, Sumatera Selatan

Awal mulanya saya dapat cerita tentang Gunung Patah ini dari abang Lefi yang pada waktu itu kita ketemu pas saya lagi muncak di Bukit Besar pada tahun 2013 yang saya lupa bulan dan tanggalnya, keberan waktu itu jarak tenda kita dekat jadi lebih mudah buat ngobrol sambil ngopi, nah dari informasi beliau lah saya dapat informasi tentang Gunung Patah yang sedikit sekali informasinya di internet ataupun media sosial karena kata beliau juga belum pernah ada yang ekspedisi di gunung Patah ini, cuma kata bang lefi informasinya di daerah Semendo, Muara Enim Sumatera Selatan itu informasi yang sedikit dari beliau yang saya tahu.
Kemudian setelah itu saya mencari informasi di media Tentang Gunung Patah, waktu itu saya tahu ada beberapa anak-anak Mapala KAMPALA UNIV Bengkulu tahun 2005 yang pernah melakukan ekspedisi ke gunung tersebut tapi belum mencapai puncak tertingginya, informasi yang saya dapat teputus sampai disitu.
lanjut cerita saya dan teman saya mencoba melakukan hiking di Bukit Kendi, Danau Cinta areal pertambangan Bukit asam Tanjung Enim yang pada waktu itu lagi booming anak-anak dari beberapa komunitas muncak di sana, saya pun bertemu beberapa teman yang mempunyai hobi yang sama, sempat ngobrol-ngobrol di puncak Bukit tersebut, kebetulan teman saya mau lebih lama istirahat di jalan dan mengabadikan momen akhirnya saya memutuskan lebih dulu sampai di puncak.
ketika sampai dipucak bukit saya mencari tempat yang pas dan membuka perbekalan yang dibawa dan pada waktu itu ada 2 orang yang posisinya dekat langsung saya sapa dan diajak ngobrol namanya mansya dan lendri anak Tanjung Enim disinilah kita lanjut cerita tentang Gunung Patah, yang ketika itu saya memulai cerita tentang Gunung Patah selalu jadi penasaran buat saya, ngobrolnya nyambung karena salah satu sering maen ke daerah semendo ataupun orang tuanya aslinya orang semendo tapi mereka belum tahu informasi tentang Gunung Patah yang lokasinya ada di Semende juga membuat mereka penasaran setelah panjang cerita akhirnya teman saya sampai juga di puncak Bukit dan ikut bergabung setelah ngobrolnya dan berbagi kontak akhirnya mereka memutuskan untuk lebih dulu turun kebawah dan menuju danau cinta memancing ikan disana
Dilanjut cerita diatas saya makin tertarik dengan Gunung Patah saya lanjut mencari melalui media sosial maupun cerita-cerita dari teman sesama komunitas pecinta alam ataupun penggiat alam minim sekali informasinya, akhirnya saya melihat melalui akun media sosial mansya yang kebenaran ketemu di Puncak Bukit Kendi, memposting foto plang tentang hutan lindung kawasan Gunung Patah dan Bukit Jambul langsung saya minta kontak HP agar bisa komunikasi lebih lanjut tentang daerah/desa terakhir untuk mengakses jalur menuju kawasan Gunung Patah setelah dapat informasi saya mengajak beberapa komunitas pecinta alam dan anak-anak mapala untuk mensurvey daerah terdekat dengan kawasan Gunung Patah,pada saat itu tanggapan mereka tidak begitu tertarik untuk merintis jalur pendakian Gunung Patah,Akhirnya saya mengajak beberapa anggota dari KPA Summit Adventure Prabumulih untuk survey lokasi desa terdekat dengan kawasan Gunung Patah tersebut, hasilnya dari situ setelah bercerita dengan masyarakat yang ada didusun Karya Tani Desa Segamit, saya dapat seseorang yang sudah awam masuk lebatnya kawasan Hutan Gunung Patah yang bernama Pak Bad,Beliau sudah sering menjelajah Kawasan Hutan disana jadi dengan Beliau kami mendapat banyak cerita tentang Kawasan Hutan disana mulai dari keanekaragaman hayati sampai hewan-hewan buas yang masih terdapat dikawasan hutan tersebut. Setelah beberapa hari saya dan teman Saya tinggal disana maka saya memutuskan kembali dan sharing dengan komunitas lainnya untuk melakukan ekspedisi perintisan jalur Gunung Patah via Semendo Kabupaten Muara Enim.tepat nya pada bulan september 2014, saya, budi dan mansyah (teman dari tanjung enim) memutuskan untuk melakukan ekspedisi dengan mengajak 2 orang dari desa Karya Tani untuk ikut merintis jalur Pendakian Gunung Patah, pukul 06.00 Wib kami berangkat dari desa Karya Tani melewati perkebunan kopi warga dan mulai menembus lebatnya hutan belantara yang masih perawan, banyak juga flora dan fauna yang kami temukan disini antara lain bunga armopholos dan jamur-jamuran di ketinggian 2000 an, setelah melakukan beberapa jam perjalanan yang harus melewati trek air kami memutuskan untuk camp di jalur mengingat jam menunjukan pukul 18.00 WIB dan sangat beresiko kalau kami harus melanjutkan perjalanan saat malam hari,dan besok pagi harus melanjutkan perjalanan yang masih sangat jauh mendekati kawah gunung patah, tepat pukul 06.00 WIB kami melanjutkan perjalanan untuk mendekati kawah gunung patah, selain melewati trek lembab sekarang kami harus melewati trek terjal dengan ketinggian 2600 MDPL dan sampai di puncaknya ada tugu perbatasan yang sudah sedikit hancur,dinamai Bukit Mutung karena di trek ini terlihat pohon-pohon  yang sudah terbakar sehingga di trek ini sedikit terbuka,disini juga kita dapat menemukan vegetasi bunga edelweis,pemandangan yang cukup menyenangkan (bonus mata)selagi melanjutkan perjalanan untuk menuju camp terakhir mendekati kawah gunung patah, disini kami juga temukan jejak harimau di kubangan air mendekati kawah gunung patah vegetasi hutan lumut yang susah ditembus cahaya matahari serta tebalnya lumut yang harus dilewati sedikit menyusahkan perjalanan kami.
Akhirnya tepat pukul 13.00 WIB kami sampai di camp terakhir, bersiap-siap masak karena dari tadi perut sudah berbunyi,di camp terakhir ini sekitar 1 jam lagi kita mencapai kawah gunung patah dengan ketinggian 2650 MDPL setelah ngobrol-ngobrol sambil santap siang, kita berencana untuk menuju kawah sekitar pukul 15.00 WIB dan semua anggota TIM setuju untuk menuju kawah dengan membawa sedikit logistik jadi bisa mengisi perut yang nanti keroncongan disana,camp terakhir kami cukup strategis didekat shelter air yang mengalir bisa juga untuk mandi,suhu udara disini 8’C cukup membuat tubuh mengigil kalau tidak menggunakan jaket,trek yang akan kami lewati cukup terjal dengan vegatasi hutan lumut yang lembab,di awal-awal harus melewati aliran air membuat kami harus berbasah-basah lagi, disini kita melewati lagi tugu perbatasan antara Bengkulu dan Sumatera Selatan dan disini kita sudah mulai mencium aroma belerang yang menyengat dan sesekali terdengar gemuru dari semburan kawah,yang membuat saya dan Tim semakin semangat untuk mendekati kawah, kami melewati trek yang sedikit menurun tak lama kemudian kami sudah sampai di pinggir kawah yang disekelilingnya sudah terbuka akibat ledakan kawah gunung patah...subhanallah wah sungguh membuat saya dan Tim terkagum-kagum melihat keindahan kawah gunung patah yang masih alami dan belum terjamah tangan-tangan manusia yang akan merusaknya, di sekelilingnya cantigi yang indah yang membuatnya semakin indah,kami segera mencari tempat yang cukup nyaman untuk beristirahat sembari memasak perbekalan logistik yang kami bawah dari camp terakahir sambil memandangi kawah gunung patah...
Bersambung......

Gunung Talamau


Beberapa hari sebelum keberangkatan kami bersiap packing barang dan logistik yang akan dibawa saya pun membawa logistik yang saya bawa dari rumah yaitu beras 4 canting, telur 2 butir, minyak sayur 1 botol, masako 2 bungkus, cabai, bawang putih dan bawang merah, botol air mineral 2 botol dan di bawa ke sekber.
Dari sekber kami berangkat pukul 13:55 WIB dan menunggu Damri di dekat Zipur DKT, setelah menunggu beberapa menit Damri yang pertama berangkat dan sialnya Damri tersebut sudah penuh jadi kami menunggu beberapa menit menunggu Damri yang ke dua, setelah lama menunggu kami pun berangkat pada pukul 15:47 WIB naik Damri yang ke dua. Di dalam Damri saya duduk bersama Herpian “Conges” dan bang Rizki “Beser” duduk di belakang kami berdua, beberapa daerah telah dilalui untuk menuju Palembang, sambil bercerita dan bermain HP tidak kelamaan akhirnya saya tertidur. Beberapa jam perjalanan akhirnya kami tiba di Palembang dan kami turun di KM 12 di depan Indomart dan pom bensin pada pukul 19:40, ternyata sudah ada teman yang menjemput kami yang menunggu di Indomart tersebut yaitu bang Lery teman pada saat mendaki ke Gunung Kerinci satu tahun lalu. Dari KM 12 kami pun berangkat menggunakan 3 motor menuju Sumbawa ke rumah bang Lery, sampai Sumbawa pada pukul 20:29, setelah sampai di rumah bang Lery kami pun beristirahat sejenak, membersihkan tubuh, dan makan. Selesai makan kami pun mengobrol sebentar dan akhirnya kami tertidur.
Di pagi harinya seusai mandi dan makan kami pun bersiap siap menuju loket bus menaiki mobil pribadi bang Lery berangkat dari Sumbawa pada pukul 07:30 WIB menuju loket Bus Epa Star. Dan sampai di loket Bus Epa Star pukul 08:43 WIB. Pada pukul 10:00 kami berangkat menaiki Bus Epa Star dan berpamitan dengan bang Lery dan bang Jerry. Setelah berpamitan kami pun pergi dari Palembang menuju Padang, saat di perjalanan menuju Padang Ac Bus di atas tempat duduk saya bocor lalu cairan yang berwarna hitam yang keluar dari Actersebut menumpahi baju saya dan selimut saya dan setelah di benarkan oleh keneknya akhirnya tidak ada lagi cairan berwarna hitam yang keluar dari Ac tersebut. Dan sayapun tertidur pulas setelah beberapa jam perjalanan saya pun terbangun dan ternyata Bus tersebut rest sejenak di RM Simpang Raya pada pukul 16:25 WIB. Kami bertiga oun membeli nasi ikan 2 bungkus Rp.30.000 dan kami bertiga makan di bawah pohon pinggir jalan. Selanjutnya melanjutkan perjalanan lagi pada pukul 16:53 WIB, di sepanjang jalan saya hanya tertidur karena bosan. Pada pukul 18:28 Bus tersebut rest lagi di pom bensin di Daerah Lempino, dan melanjutkan perjalanan lagi pada pukul 18:44. Sekitar satu hari semalam akhirnya pada pukul 04:52 WIB tiba di Kabupaten Solok untuk rest sholat subuh dan melanjutkan perjalanan lagi dari terminal Solok pukul 06:25. Di perjalanan kami disuguhkan pemandangan Danau Singkarak yang begitu indah banyak pedagang maknan, oleh oleh, dan pedagang ikan. Pada pukul 08:11 WIB tiba di terminal Padang Panjang, dan berangkat lagi menuju Bukit Tinggi pukul 08:37 WIB, tiba di terminal bukit tinggi pukul 10:22 WIB, saat tiba di terminal Bukit Tinggi kami pun di tuntun oleh calo tiket menuju loket tiket untuk ke Pasaman dan membeli tiket Bus dengan harga Rp.105.000,- untuk 3 orang. Sambil menunggub keberangkatan kami bertiga keliling keliling terminal tersebut yang begitu besar dan duduk di Masjid sambil makan makanan yang di bawa oleh bang Rizki “Beser” dan Herpian “Conges” meminta saya untuk fotoin dia. Setelah beberapa lama menunggu akhirnya kami berangkat menuju Pasaman  dari terminal Bukit Tinggi pada pukul 12:21, sebelum berangkat di dalam bus kami membeli nasi goreng 3 bungkus Rp.15.000 untuk 3 orang dan membeli Aqua 1 botol Rp.4.000. Di sepanjang jalan kami melihat pemandangan yang begitu indah yang disuguhkan Gunung Gunung dan Danau di sepanjang jalan menuju Pasaman, di dalam bus kami bercerita dengan bapak bapak dan bapak itu sangat baik dia menyarankan kami turun di simpang empat dan saat itu hujan deras. Setelah beberapa jam perjalanan kami tiba di simpang empat pada pukul 17:12 WIB, kami menunggu di depan warung di simpang empat tersebut tidak lama seorang tukang ojek menawarkan kami tumpangan dan bang Rizki “Beser” bernegosiasi dengan tukang ojek tersebut dan akhirnya kami naik ojek menuju Base Cam Gunung Talamau dengan harga Rp.60.000 untuk 3 orang dan tiba di Base Cam  Gunung Talamau pukul 17:44 WIB. Saat tiba di base cam kami di sambut oleh bapak penunggu Base Cam dan dia menyuruh anaknya menelpon bang Andri, setelah bang Andri datang kami pun di beri petunjuk dan arahan untuk pendakian ternyata kalau pendaki perdana harus menyewa guide . Dan kami pun membayar simaksi pendakian Rp.5.000\orang dan sewa guide 150\hari. Setelah itu bang Rizki “Beser” di temani bang Andri membeli sayuran, setelah bang Rizki “Beser” tiba kami membersihkan diri. Setelah semuanya selesai mandi kamipun masak untuk makan malam dengan mengeluarkan logistik da peralatan kami memasak makan malam saya memasak nasi dan Herpian “Conges” memasak lauk pauk. Seusai memasak kami bertiga makan malam, seusai makan malam saya membersihkan piring dan peralatan, dan kami pun tidur untuk melakukan pendakian besok pagi.
Keesokan paginya setelah usai mandi, masak dan makan pagi kami bersiap siap melakukan pendakian ke Gunung Talamau. setelah menunggu bang Andri datang yang membawa guidenya. Dan kami pun memulai pendakian ke Gunung Talamau pukul 07:48 WIB berjalan  melewati jalan berbatu yang agak landai -+ 30 menit rest sejenak di rumah saudagar kaya di sana terdapat banyak ikan mas yang cukup besar dan ada macan di kandangnya. Setelah berfoto foto dan rest sejenak kami pun melanjutkan pendakian, setelah berjalan kami pun tiba di sebuah sungai yang dangkal teapi bayak batu batu besar dan air yang cukup deras kami pun melewati sungai tersebut,sayapun terjatuh saat melewati sungai itu dan celana yang saya gunakan basah. Setelah melewati sungai kami melewati kebun kelapa sawit belum masuk di rimba jalur sudah terjal dan harus menggunakan tali webbing, setelah beberapa jam perjalanan kami pun tiba di Post Harimau Campo.
Di Post Harimau Campo kami rest cukup lama dan kami pun masak untuk makan siang saya mengeluarkan logistik dan peralatan memasak, kami memasak nasi dan mie, seusai makan siang saya bersihkan dan saya packing lagi barang barang dan kata bang Antri selaku guide kami dia menyuruh kami menunggu temannya yg baru mau naik , setelah beberapa lama temannya pun tak kunjung datang dan kami pun melanjutkan perjalanan lagi pukul 14:27 WIB. Saat dari Harimau Campo belum memasuki rimba kami masih melewati perkebunan warga yang cukup jauh, setelah itu baru lah masuk di hutan rimba Gunung Talamau jalan yang dilewati cukup terjal dan berlumpur tidak ada landainya. Sepanjang perjalanan saya sering sekali terpeleset dan tersungkur yang membuat saya sangat berlumpur. Beberapa jam perjalanan akhirnya kami tiba di post Rindu Alam dan rest beberapa menit sayapun mengambi air untuk minum. Pada pukul 16:19 WIB kami melanjutkan perjalanan saat berjalan cukup lama kaki saya keram tak bisa jalan akhirnya saya tersungkur saat itu Herpian “Conges” menyuruh saya untuk istirahat sentar, saat saya sudah merasa baik saya melanjutkan perjalanan, di sepanjang perjalanan kaki saya selalu keram yang sangat parah tetapi bang Rizki “Beser” Herpian “Conges” dan bang Antri menyemangati saya.
Saat masih di jalur pendakian hari berganti gelap dan saya pun tidak sanggup melakukan perjalanan karena keram yang parah pada kaki saya membuat saya selalu tersungkur ke tanah, dan Herpian “Conges” memarahi saya dan memberi motifasi kepada saya. Saat saya tidak sanggup melakukan perjalanan saya memutuskan untuk turun dan ngecam di Post Rindu Alam tetapi Herpian “Conges” memarahi saya dan dia berkata kita sudah cukup jauh dari Post Rindu Alam, akhirnya sambil menunggu kaki saya pulih kami memasak energen dan mengeluarkan headlam dari dalam cerrier. Setelah selesai kami melanjutkan perjalanan di malam hari, kaki saya beberapa kali sangat keram dan membuatkan saya tersungkur lagi dan lagi yang membuat tracking saya koyak. Setelah melakukan perjalanan akhirnya kami pun tiba di Cam Bumi Sarasah pada pukul 21:23 WIB. Dan dengan cepat Herpian “Conges” menyuruh saya mengeluarkan tenda dan kami pun memasang tenda setelah tenda selesai kami pun mengganti pakaian dan membereskan peralatan ke dalam tenda dan saya memasak untuk makan malam meskipun kaki saya masih sangat keram, kami memasak nasi, dan mie. Selagi saya masak Herpian “Conges” membuat kopi. Seusai makan dan ngopi kami pun tidur untuk mempersiapkan fisik untuk Summit besok. Saat pagi tiba kami pun bangun dan saya mengambil air dan setelah itu saya yang di bantu Herpian memasak makan pagi kami memasak nasi, sarden, mie, sayur, dan telur setelah usai masak kami pun makan pagi ternyata pagi itu banyak terdapat burung di tenda kami burung itu sangat jianak dan tidak takut pada para pendaki. Setelah makan saya pun membersihkan piring, cangkir, dan peralatan masak yang lain. Setelah semua fit saya sempat mengurungkan niat saya untuk ikut ke puncak tetapi bang Rizki “Beser”, Herpian “Conges”, dan bang Antri menyemangati saya dan akhirnya sayapun mau ikut ke puncak untuk Pengembaraan saya.
Pada pukul 09:00 WIB kami melakukan perjalanan ke puncak, setalah jauh perjalanan kaki saya pun keram kembali dengan ditantangnya jalur pendakian yang sangat terjal dan berlumpur, setelah melakukan perjalanan sekitar pukul 11:48 WIB kami tiba di telaga Gunung Talamau. Ternyata guide kami tak sanggup melakukan perjalanan ke puncak dan kami hanya bertiga menuju puncak, pada pukul 12:33 WIB akhirnya kami bertiga yaitu saya Anton Prastiyo, Herpian Syahrul “Conges” dan Rizki Adi Putra “Beser” berhasil menginjakkan kaki di puncak tertinggi Sumatra Barat dengan rasa bangga dan haru saya tertunduk kaku di puncak Gunung Talamau. Dan langsung saja memulai pelantikan Anggota Muda menjadi Anggota Tetap yang dipimpin dan dibina oleh bang Rizki “Beser”,dan sayapun diberi nama rimba atau nama lapangan yaitu “Kenyong” yang artinya “Kebo Nyongkor”, setelah pelantikan kami pun berfoto foto sebentar dan langsung turun. Samapai di telaga kami langsung mengajak guide kami turum menuju Post Bumi Sarasah, kami turun dengan berjalan santai da pada pukul 15:07 kami tiba di Post Bumi Sarasah. Setelah sampai di Bumi Sarasah ternyata ada pendaki lain yang baru naik di sana. Setelah packing barang barang kami pun bergegas turun kami turun dengan berlari dan saat turun saya sangat sering sekali tersungkur, pada pukul 18:03 kami sampai di Harimau Campo dan lanjut turun meninggalkan guide tersebut menuju Base Camp, setalah berjalan turun dari Harimau Campo di setengah perjalanan turun hari sudah berubah menjadi gelap kami pun mengeluarkan headlamp dari dalam cerrier dan saat itu kami melewati jalan yang curam dan licin saya pun sering terpeleset dan tersungkur. Setelah melewati kebun kelapa sawit yang curam saya pun merasa sangat lelah dan meminta Herpian “Conges” untuk rest sejenak tetapi dia memaksa saya untuk lanjut perjalanan karena hari sudah semakin gelap, saya pun memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan setelah melewati kebun kelapa sawit kami pun melewati sungai, setelah melewati sungai kami bertiga yang tanpa guide yang kami tinggalkan jauh di belakang kami bertiga lupa jalan apakah jalan yang lurus atau jalan yang belok ke kanan yang menanjak, dan Herpian “Conges” mengecek jalan yang belok ke kanan atas ternyata jalan yang di cek tersebut salah kami pun memutar balik. Kami pun memutar balik jalan dan saat memutar balik saya sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan saya memilih untuk istirhat tetapi bang Rizki “ Beser” dan Herpian “Conges” memaksa saya untuk lanju karena hari semakin gelap. Tidak lama kemudian bang Antri selaku guide kami tiba tetapi dia hanya lewat saja dan tidak menghiraukan kami mungkin karena kami meninggalkan dia. Dan memaksakan diri untuk berjalan ternyata jalan yang lurus yang benar dan jarak kami sampai ke tempat juragan yang kaya itu sudah dekat, berjalan hanya beberapa menit kami semua tiba di tempat juragan yang kaya tersebut, kami pun rest karena air yang kami bawa abis jadi saya dan bang Rizki “Beser” meminta air minum kepada bapak juragan kaya tersebut, setelah menerima air minum dari bapak tersebut kami pun minum air tersebut dan ternyata bapak itu memberikan kami Durian dan pada malam itu kami banyak Durian. Setelah makan Durian dan istirahat sebentar kami pun melanjutkan perjalanan turun menuju Base Camp, tiba di Base Camp pukul 11:23 WIB, Sesampai di Base Camp kami pun madi dan membersihkan diri dan setelah itu bang Rizki “Beser” dan Herpian “Conges” memberikan uang penyewaan guide sebesar Rp.300.000 yang di berikan kepada bang Antri yang menjadi guide kami selama perjalanan pendakian. Saat semuanya selesai kami bertiga langsung tidur.
Pagi telah tiba kami pun bergantian mandi, saat semuanya selesai madi kami pun packing barang barang dan bersiap untuk pulang. Pukul 06:00 WIB bersiap berangkat pualang dari Base Camp, setelah berpamitan pulang kepada Bapak dan Ibu penjaga Base Camp dan bang Andri kami bertiga pun pulang menuju Bukit Tinggi dengan harga Rp.40.000, setelah keluar dari Desa Pinaga bus yang kami naiki stop sebentar untuk mencari penumpang sambil menunggu kami pun makan lontong sayur dengan harga Rp.7.000/ orang. Seusai makan bus pun berangkat menuju Bukit Tinggi di sepanjang perjalanan saya hanya tertidur karena kelelahan. Sekitar 5 jam perjalanan akhirnya kami pun sampai di Terminal Bukit Tinggi, sesampai di Bukit Tinggi kami kebingungan untuk membeli tiket untuk pulang ke Palembang karena tiket sangat mahal dan uang kami kurang untuk pulang, saya, bang Rizki “Beser”, dan Herpian “Conges” bernegosiasi dengan penjaga loket. Akhirnya penjual tiket tersebut memberikan harga tiket seharga Rp.750.000, Herpian “Conges” pun meminta transfer kepada ibunya sebesar Rp.300.000 dan uang itu pun kami patungan untuk menggantinya setelah sampai di Prabumulih nanti. Dan kami pun berangkat dari Bukit Tinggi pada pukul 15:27 WIB  dan di jalan pulang kami membeli mie goreng ungkus seharga Rp.15.000 untuk 3 bungkus. Pada pukul 07:43 WIB kami sampai di jambi, transit bus menuju Palembang. Pada pukul 10:25 kami berangkat dari jambi menuju Palembang. Akhirnya kami pun sampai dan turun di Air Batu pukul 17:57 WIB kami pun menginap di rumah bang Nopri, keesokan paginya brangkat dari dari Air Batu pukul 05:30 WIB menuju KM 12, di KM 12 kami pun naik damri pada pukul 06:23 WIB menuju Prabumulih dan tiba di Prabumulih pukul 08:41 WIB turun di depan Nasional dan di jemput kawan pulang menuju Sekber pukul 08:53 WIB.